Makalah Cinta, Akhlaq Dan Amal Shaleh
BAB II
PEMBAHASAN
CINTA, AKHLAK, DAN AMAL SHALEH
1.
CINTA
A.
Definisi Cinta
Ada beberapa pengertian tentang
cinta yang disebutkan dalam berbagai sumber. Dalam kamus besar bahasa
Indonesia, kata cinta diartikan sebagai perasaan kasih dan sayang terhadap
sesuatu atau orang lain. Secara istilah maka cinta dapat dimaknai sebagai suatu
perasaan yang dialami manusia dan perasaan tersebut menimbulkan kasih sayang
bagi yang merasakannya. Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah limpahan
kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia
dan isinya dengan segala kesempurnaan. Adapun cinta yang sebenarnya atau cinta
yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah yang maha
sempurna dan maha pemilik cinta. Dalam pengertian lain, islam juga memandang
cinta sebagai dasar persaudaraan antar manusia dan perasaan yang melandasi
hubungannya dengan makhluk lain seperti pada hewan dan tumbuhan. Ibnu Hazm
sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang
dicintainya. (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi)
Cinta dalam Alqur’an adalah salah
satu pokok kehidupan. Kata cinta juga disebutkan dengan berbagai sinonim atau
persamaan kata. Adapun ayat-ayat yang menyebutkan perihal cinta adalah sebagai
berikut
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Qs. Al Imran: 14)
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada
kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu
cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Qs. Al Imran: 92)
Dikalangan sufi, cinta adalah
prinsip etika dan moralitas. Dengan kata lain, etika dan moral tidak akan ada
tanpa cinta. Menurut sufi beribadah dan beramal saleh yang kita kerjakan
hendaknya dalam rangka “cinta” kepada Allah, bukannya mengharapkan surga atau
takut neraka. Bila mengharapkan surga atau takut neraka berarti kita telah
terjerumus ke dalam kemusyrikan kerena hanya mengejar, “makhluk” Tuhan,
bukannya menuju Tuhan yang Maha Esa.
Maqam (tingkatan) “cinta” (mahabah)
sebagai maqam tertinggi sufi tidak bisa di kejar dengan pengetahuan dan
peribadatan. Sebelum maqam mahabah ini terlebih dahulu kita harus mengejar
maqam ma’rifat (mengenal Allah dengan ilmu yakin. Dengan pengkajian mendalam)
dan maqam-maqam di bawahnya, diantaranya menghilangkan segala sikap egois dan
cinta dunia, kemudian mengisinya dengan ilmu yakin, peribadatan yang ikhlas,
dan amal shaleh karena dan untuk menuju ke abadian Allah SWT.
Kata cinta dewasa ini sepertinya
milik umat Kristian kata “cinta”, kasih kristus, kasih Bapak di Surga, dan
ungkapan cinta lainnya begitu banyak diungkapkan oleh pendeta di gereja. Sementara
kata bernada kekerasan, menakutkan dan membebani ditimpakan kepada Islam.
Bahkan ketika para mahasiswa ditanyakan tentang qishash, hukum cambuk dan hukum potong tangan, mereka menjawab
bahwa itu semua kejam dan melanggar HAM.
Islam memang bicara wajib, haram,
rajam, cambuk qishash, jihad, perang dan neraka tapi Al-Qur’an pun bicara
tentang ruhshah (dispensasi), taysir (kemudahan), basyir (memberi kabar gembira), perhiasan, maaf, syafa’at, surga
tak terkecuali dalam hubungan (cinta).
Al-Qur’an menyebutkan bahwa dalam
qishash adalah hukuman mati, sepertinya Al-Qur’an antara lain : ini menegaskan
bahwa memang qishash itu hukuman mati. Tapi dengan cara ini umat manusia akan
terselamatkan dari tindakan saling bunuh diantara anak cucu dan kerabat sang
terbunuh sekaligus sebagai pelajaran bagi kita sehingga berfikir ribuan kali
ketika hendak membunuh.
Untuk menggapai “cinta” abadi,
terlebih dulu kita perlu mengenali apa saja penyebab adanya cinta :
1.
Cinta
“diri” masing-masing kita begitu cinta terhadap diri sendiri sehingga kita
begitu egois dan mementingkan diri sendiri cinta harta, kedudukan, kehormatan
dan apa saja yang menempel pada diri kita tidak ada apa-apanya sama sekali
tanpa ditempel pada cinta Illahi.
2.
Cinta
dan kebaikan pada orang lain. Kita biasanya memberikan cinta kepada orang lain
karena orang lain itu memberikan kita cinta, semakin besar dan banyak kebaikan
yang diberikan, maka semakin besar pula cinta kita kepada orang itu.
Imam
Ghazali menunjukan 2 cara mencintai Allah yaitu :
1.
Melepaskan
diri dari ikatan-ikatan duniawi, bukan berarti melepas diri sama sekali dengan
dunia melainkan justru menguasai dunia
2.
Mengeluarkan
kotoran-kotoran hati. Tanpa Cinta Berarti Tiada Iman
Cinta di sebut-sebut Nabi
sebagai ekspresi keimanan. Tadi iman bukanlah sebuah keyakinan “nol” melainkan
suatu keyakinan yang disertai cinta, sedangkan tinggi-rendahnya cinta dapat
diukur dari seberapa besar tinggi – rendahnya pengorbanan. Para nabi teladan
umat Islam itu justru mengekspresikan keimanan mereka dalam bentuk cinta. Allah
menghendaki didatangkannya para Nabi itu untuk memberikan teladan dalam
keimanan dan kecintaan.
2.
AKHLAK
A.
PENGERTIAN AKHLAK
Akhlak berasal dari Bahsaa Arab
yakni Al-Khulk artinya tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan,
kelakuan. Menurut istilah, Akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam diri
seorang manusia yang dapat mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa
adanya suatu pemikiran dan paksaan. Pengertian akhlak menurut abu hamid al
ghozali yakni sifat yang sudah terpatri dalam jiwa manusia yang darinya
terlahir perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan senang hati dan mudah tanpa
memikirkan dirinya dan tanpa adanya renungan terlebih dahulu.
B.
Tindakan Akhlaki
Ungkapan akhlak dimaksudkan untuk
menyebutkan akhlak al-karimah (akhlak mulia) atau akhlak al-mahmudah sebagai lawannya adalah akhlak buruk atau akhlak
yang biasa-biasa
Dalam arti yang luas akhlak
didefinisikan sebagai segala tindakan yang baik, yang mendatangkan pahala bagi
orang yang mengerjakannya, atau segala tindakan yang didasarkan pada perintah
syarat yang wajib, surat yang haram atau makruh. Adapun untuk pengertian yang
terbatas akhlak hanya dimaksudkan untuk tindakan yang baik, etis dan pelakunya
memang patut di puji.
Ciri-ciri
Perbuatan Akhlak
yaitu : Akhlak merupakan suatu tindakan ikhtiar yang patut
dipuji, suatu tindakan yang digerakan oleh usaha.
1.
Akhlak
merupakan buah dari keimanan
2.
Akhlak
bersifat fitri
3.
Akhlak
bersifat ta’abbudi, misi utama kenaban adalah untuk menyempurnakan akhlak
4.
Akhlak
merupakan moral dan etika universal
5.
Pelanggaran
terhadap akhlak akan dikutuk masyarakat
6.
Pelanggaran
terhadap akhlak dikutuk hati nurani
Adapun
faktor yang memperkuat dan memperlemah Akhlak diantaranya yaitu;
Faktor
yang memperkuat
1.
Terbimbing
oleh seorang guru yang shaleh
2.
Pencari
kebenaran
3.
Kokohnya
iman
4.
Memiliki
pengetahuan agama yang cukup dan benar
5.
Memiliki
falsafah hidup yang baik
6.
memiliki
lingkungan pergaulan yang baik
7.
Visioner
(memiliki wawasan ke depan).
8.
Memiliki
pekerjaan dan aktivitas
9.
Terpenuhinya
kebutuhan pokok
Sebaliknya,
faktor yang memperlemah akhlak :
- Hidup
mewah
- Miskin
- Lingkungan
pergaulan yang buruk
- Menganggur
- Minim
pengetahuan agama
- Negative
thinking/ minim pengetahuan agama atau memiliki banyak pengetahuan agama
tapi tidak tahu mana yang ‘inti’ dan mana yang ‘cabang’ atau ‘ranting’
3.
AMAL SALEH
A.
DEFINISI AMAL SALEH
Amal
shaleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri dan
bagi orang lain berdasarkan syariat Islam serta ikhlas karena Allah Swt semata.
Amal saleh termasuk perintah Allah karena dengan beramal saleh maka akan
tercipta kehidupan yang tentram dan bahagia. Amal saleh adalah perbuatan atau
sikap yang harus di miliki oleh setiap muslim sebab orang yang amal saleh akan
menjadi penghuni surga serta kekal didalamnya. Sebagaimana firman Allah
“Dan
orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka
kekal di dalamnya”.
(QS AL-Baqarah: 82)
Amal
saleh yaitu mengerjakan suatu perbuatan yang baik, dengan niat karena Allah dan
hanya mengharapkan ridha- Nya. Amal saleh termasuk perintah Allah karena dengan
beramal saleh maka akan tercipta kehidupan yang tentram dan bahagia. Amal saleh
adalah perbuatan atau sikap yang harus di miliki oleh setiap muslim.
Berikut
ini merupakan Amal saleh yang Wajib di miliki oleh setiap muslim :
1. Bertakwa
Kepada Allah Swt.
Bertakwa adalah
menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini
seperti yang di jelaskan Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, “Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-
Ku hai orang-orang yang berakal”
2. Birrul Walidain
(Patuh terhada orang tua)
Orang tua
adalah orang yang telah berjasa kepada kita, terutama ibu, maka sudah
sewajarnya sebagai anak kita berbakti kepada kesua orang tua kita selama tidak
bertentangan dengan ajaran Islam.
3. Berbuat
Baik Kepada Sesama Manusia.
Berbuat
baik yang di maksud adalah tidak meragukan orang lain, bersikap jujur, tidak
menyakiti, bersikap ramah, salin tolong menolog dalam kebaikan dan takwa dan
masih banyak yang lainnya.
4. Berbuat
baik terhadap lingkungan
Adapun
wujud dari berbuat baik kepada lingkungan antara lain :
a )
Memanfaatkan
Sumber Daya Alam dengan Sebaik- baiknya.
b )
Menjaga
keseimbangan alam sehingga alam tetap lestari.
c ) Tidak
melakukan hal- hal yang dapat merusak ekosistem yang ada di alam baik itu untuk
jangka
5. Amal
saleh terhadap diri sendiri
a )
Beribadah
dan beramal shaleh kepada Allah Swt.
b)
Tidak
membiarkan diri jatuh kedalam dosa, kebinasaan, kehancuran seperti judi, zina,
mencuri, narkoba, merampok dan lain-lain.
c)
Saling
membantu dan mengurangi penderitaan orang lain karena Allah
d)
Menjauhkan
sikap tercela seperti : buruk sangka, iri, dengki, kikir, boros, adu domba
dalam bergaul sesama manusia.
e)
Menjauhkan
sikap malas belajar, malas bekerja, pesimis, dan sikap atau sifat yang jelek
lainnya.
untuk Download Powerpoint nya Klik Disini

Comments
Post a Comment